Solusi Negara Miskin Terhadap Covid

Solusi Negara Miskin Terhadap Covid

Solusi Negara Miskin Terhadap Covid – Dampak covid semakin hari semakin menjadi-jadi , banyak hal yang dapat membuat banyak negara menjadi turun dan tidak dapat berkembang. Berikut ini adalah beberapa cara untuk dapat menyelamatkan negara terhadap dampak corona saat ini

Sejumlah negara maju di seluruh dunia mulai mengumumkan bantuan ekonomi untuk negara-negara yang tidak punya sarana memadai. Hal ini harus disambut baik. Negara-negara yang telah berhasil mengendalikan COVID-19 di wilayahnya seperti Taiwan, China, Korea Selatan, Singapura, Jepang, dan Hong Kong, juga perlu didorong untuk ikut menyumbangkan keahlian dan sumber daya kepada negara-negara lain yang masih berjuang melawan corona, khususnya negara-negara kelas menengah ke bawah.

Saat ini, sebagian besar respons yang dilakukan oleh negara-negara di dunia menangani pandemi ini adalah dengan langkah-langkah pembatasan fisik. Penutupan sekolah, berbagai acara, bisnis, bekerja dari rumah, pembatasan perjalanan, serta pembatasan pertemuan-pertemuan sosial merupakan langkah yang lazim dilakukan.

Langkah-langkah ini sangat penting untuk menekan penyebaran virus corona yang semakin luas. Komunitas global pun mendukung upaya ini dengan berbagai data, protokol, serta memastikan kohesi regional dalam kebijakan lintas batas seputar migrasi dan perdagangan.

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan oleh negara-negara miskin dan berkembang adalah memperbanyak alat pelindung diri (APD) dan kapasitas pengujian. Namun mereka hanya mampu melakukan langkah ini dengan dukungan finansial dari negara lain. Negara-negara donor ini adalah negara-negara yang telah dilanda dan berhasil mengendalikan pandemi ini.
Mengingat COVID-19 menyebar ke setiap daerah secara cepat, maka pusat perawatan yang dinasionalisasi dapat menekan dampak pandemi yang semakin parah. Terlebih di negara kepulauan yang sangat luas seperti Indonesia, pembangunan fasilitas kesehatan yang memadai di setiap daerah merupakan keniscayaan.

Baca Juga :Negara Miskin Hampir Kehabisan Vaksin Covid

Petugas layanan kesehatan yang bertugas di garis depan juga harus dilengkapi dengan teknologi, APD, dan protokol yang dibutuhkan. Dengan teknologi seluler sederhana misalnya, petugas kesehatan dapat ikut membantu membuat triase (proses penentuan atau seleksi pasien yang diprioritaskan untuk mendapat penanganan terlebih dahulu di ruang Instalasi gawat darurat) pasien dan merekomendasikan isolasi rumah bagi mereka yang memungkinkan.

Hal ini penting, supaya rumah sakit bisa fokus menangani pasien yang benar-benar harus cepat ditangani serta menghindari antrean panjang di rumah sakit. Banyak negara berkembang seperti Nepal telah memelopori penggunaan layanan pengiriman kesehatan berbasis masyarakat dan kegiatan promosi untuk memobilisasi infrastruktur ini. Dan yang perlu digaris bawahi, mereka membutuhkan pelatihan dan alat teknologi yang tepat agar cara ini berjalan efektif.

Cara kelima untuk menyelamatkan manusia dari pandemi COVID-19 ini adalah dengan memastikan pasokan obat-obatan penting tidak teputus. Seperti wabah Ebola, akan ada gangguan dalam layanan perawatan primer yang penting karena pandemi COVID-19 di negara berkembang dan miskin. Untuk memastikan pasokan obat-obatan penting tidak terputus di tengah jalan, sebuah negara perlu memiliki kerja sama yang proaktif dengan kementerian kesehatan di seluruh dunia.

Langkah terakhir yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan penduduk di negara-negara miskin dan berkembang di seluruh dunia adalah memastikan akses vaksin dan obat-obatan yang merata.

Pada gelombang pertama, respons terhadap pandemi mungkin masih banyak kekurangan, terutama alat biomedis yang terbatas. Namun segala persiapan harus disiapkan untuk memastikan akses yang adil atas vaksin dan antivirus nantinya. Sebagai informasi, vaksinasi dan antivirus influenza hampir tidak ada di negara-negara miskin dan berkambang. Akibatnya, 500.000 kematian global tahunan yang terjadi diperkirakan disebabkan oleh influenza tahunan.

Related posts