Negara Miskin Hampir Kehabisan Vaksin Covid

Negara Miskin Hampir Kehabisan Vaksin Covid

Negara Miskin Hampir Kehabisan Vaksin Covid – Vaksin Covid memiliki jumlah yang terbatas untuk di bagikan di seluruh dunia. Termasuk untuk negara miskin yang masih membutuhkan vaksin covid untuk rakyat yang belum menerima.

Kehabisan stok

Pada briefeing WHO di Jenewa, Swiss, Aylward mengatakan, dari 80 negara berpenghasilan rendah yang terlibat dalam Covax, setidaknya setengah dari mereka tidak memiliki cukup vaksin untuk program vaksinasi saat ini. “Jika kita melihat apa yang kita dengar dari negara-negara setiap hari, lebih dari setengah negara telah kehabisan stok dan menyerukan vaksin tambahan. Namun pada kenyataannya mungkin jauh lebih tinggi,” ujar Aylwald.

Pihaknya juga menyampaikan, beberapa negara mencoba membuat alternatif untuk mengakhiri kekurangan vaksin yakni dengan konsekuensi yang berat. Seperti membayar harga vaksin di atas harga pasaran. Ketika pasokan vaksin sedang terbatas, beberapa negara kaya dengan dosis cadangan berinisiatif untuk meningkatkan donasi melalui Covax dan cara lain.

Afrika hampir kehabisan vaksin

Kekurangan vaksin terjadi ketika beberapa negara di Afrika melihat gelombang infeksi ketiga. Pada Senin (21/6/2021), Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa menyerukan agar diakhirinya penimbunan vaksin oleh negara-negara kaya, sementara pemerintahannya berjuang untuk mencegah peningkatan tajam infeksi virus corona. Ia menambahkan, sejauh ini hanya 40 juta dosis vaksin yang sudah diberikan di Afrika. Jumlah ini kurang dari 2 persen dari populasi Afrika.

Baca Juga : Kenali Faktor Penyebab Kemiskinan di Negara

Produksi vaksin

Untuk mengatasi hal ini, Ramaphosa mengatakan, pemerintahannya bekerja sama dengan Covax untuk membuat pusat regional untuk memproduksi lebih banyak vaksin di Afrika Selatan. Covax dibuat tahun lalu untuk memastikan dosis Covid-19 tersedia di seluruh dunia, dengan negara-negara kaya mensubsidi biaya untuk negara-negara miskin. Dipimpin oleh WHO dan organisasi internasional lainnya, Covax awalnya menetapkan target untuk menyediakan vaksin sebanyak 2 miliar dosis di seluruh dunia pada akhir tahun 2021. Sebagian besar vaksin disumbangkan ke negara-negara miskin. Harapannya, Covax dapat mendistribusikan vaksin dan melindungi setidaknya 20 persen populasi. Namun, distribusi vaksin ini terhambat oleh penundaan produksi dan gangguan pasokan, yang menyebabkan kekurangan di negara-negara yang sepenuhnya bergantung pada Covax. Negara-negara tersebut antara lain Uganda, Zimbabwe, Bangladesh, Trinidad, Tobago, dan lainnya.

AS sumbang vaksin

Presiden AS, Joe Biden mengumumkan, pihaknya tengah berencana untuk menyumbangkan 55 juta dosis vaksin ke negara-negara yang membutuhkan. Dari jumlah tersebut, 41 juta akan didistribusikan melalui Covax, dengan 14 juta sisanya dibagikan dengan negara-negara yang dianggap sebagai prioritas. Sementara, beberapa ahli kesehatan percaya bahwa program vaksinasi membutuhkan waktu berbulan-bulan, (bahkan bertahun-tahun) untuk memvaksinasi semua orang secara global untuk menyatakan berakhirnya pandemi. Saat ditanya tentang kebutuhan global akan vaksin, Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki menyampaikan, apa yang terjadi di negara-negara tersebut sebenarnya menjadi tantangan besar, bukan soal pasokan vaksin. “Kami memiliki banyak dosis vaksin untuk dibagikan kepada dunia, hal ini adalah masalah besar, tantangan logistik,” ujar Psaki.

Related posts