Mesir Kehilangan Presidennya Dan Mendapatkan Corona

Mesir Kehilangan Presidennya Dan Mendapatkan Corona

daftarnegaratermiskin.web.idBeberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Mesir Kehilangan Presidennya Dan Mendapatkan Corona Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Mesir Kehilangan Presidennya Dan Mendapatkan Corona

Mantan presiden Mesir, Hosni Mubarak, dilaporkan meninggal di Kairo pada usia 91 tahun pada Selasa (25/2/2020). Perjalanan politiknya amatlah panjang, ia pernah menjabat sebagai wakil presiden, perdana menteri, hingga presiden Mesir.Kekuasaan Hosni Mubarak sebagai presiden hampir saja genap berusia 30 tahun apabila ia tidak dilengserkan oleh rakyat pada revolusi 2011. Kala itu, rakyat Mesir marah terhadap korupsi dan berbagai masalah sosial di rezim Mubarak.Hosni Mubarak menjadi presiden setelah Anwar Sadat tewas dibunuh pada 1981 oleh musuh politiknya. Posisinya langsung naik menjadi presiden, sebab ia merupakan wakil presiden dari Anwar Sadat. Dimulailah rezim panjangnya di Mesir sejak itu.

Sebelum ia berkuasa di politik, dan berakhir dilengserkan, ternyata Anwar Sadat dipandang sebagai pahlawan oleh rakyat Mesir.Melansir Egypt Today, Hosni Mubarak dianggap pahlawan karena menjabat sebagai komandan angkatan udara Mesir pada Perang 6 Oktober atau yang dikenal dengan Perang Yom Kippur melawan Israel.Latar belakang Hosni Mubarak dari militer. Ia adalah lulusan Akademi Angkatan Udara Mesir.Kariernya di militer juga yang membawanya ke kursi kekuasaan. Sayang, pria yang pernah dianggap pahlawan ini malah menjadi musuh rakyat Mesir.

Dua tahun setelah Perang Yom Kippur, Presiden Anwar Sadat mengangkat Hosni Mubarak sebagai wakil presiden Mesir.Sebagai presiden, Hosni Hosni Mubarak memerintah dengan tangan besi yang mengakibatkan pelanggaran HAM di Mesir. Tak heran, rakyat yang kesal dengan brutalitas polisi menjadi salah satu alasan kejatuhan Hosni Mubarak.Hosni Mubarak juga terkenal dekat dengan Amerika Serikat dan anti terhadap kalangan Islami radikal. Faktor-faktor itu menyebabkan Hosni Mubarak beberapa menjadi target pembunuhan, seperti di Etiopia pada 1995.

Pada 2005, Hosni Mubarak didorong oleh Amerika Serikat untuk menerapkan demokrasi dan mengizinkan lawan politiknya ikut maju pemilu. Setelahnya, lawan politiknya malah dipenjara karena tuduhan penipuan. Amerika pun berang.Selama menjadi presiden, Hosni Mubarak hampir tidak pernah mengangkat wakil presiden, meski ia punya perdana menteri. Satu-satunya wapres yang ia angkat adalah Omar Suleiman yang merupakan kepala intel Mesir.Omar Suleiman juga yang mengumumkan bahwa Hosni Hosni Mubarak mundur sebagai presiden akibat revolusi Mesir 2011.

Usai lengser, Hosni Hosni Mubarak sempat melalui pengadilan atas tuduhan korupsi dan pelanggaran HAM saat melawan revolsi.Ia sempat didakwa penjara seumur hidup, namun pada 2013 pengadilan membatalkan putusan itu. Hosni Mubarak jarang terlihat di publik usai dilengserkan dan menjalani berbagai peradilan. Ia akhirnya bebas pada 2017.Media asing menduga Hosni Hosni Mubarak menyimpan emas hingga puluhan ton di luar negeri. Namun, Hosni Mubarak membatan tuduhan itu.Mesir telah mengkonfirmasi kasus pertama Virus Corona (COVID-19), wabah yang muncul di China tengah pada akhir tahun lalu dan telah menyebar ke lebih dari dua puluh negara di seluruh dunia.

Juru bicara Kementerian Kesehatan, Khaled Mugahed mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa korban terdampak adalah “orang asing” yang tidak menunjukkan gejala serius. Demikian seperti dilaporkan oleh Al-Jazeera, Sabtu (15/2/2020).Pejabat dapat mengkonfirmasi kasus tersebut melalui program tindak lanjut yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk pelancong yang datang dari negara-negara di mana virus telah menyebar.Pernyataan kementerian mengatakan orang itu dirawat di rumah sakit dan dalam isolasi. Pihaknya juga tidak menyampaikan kewarganegaraan orang tersebut atau titik masuk mereka.

Perkembangan itu menjadikan Mesir sebagai negara pertama di benua Afrika yang melaporkan kasus yang dikonfirmasi, dan yang kedua di kawasan Timur Tengah, setelah Uni Emirat Arab akhir bulan lalu mendiagnosis kasus pertamanya.Secara resmi dikenal sebagai COVID-19, virus pertama kali terdeteksi di Wuhan, ibukota Provinsi Hubei di China tengah, pada Desember tahun lalu.Sejauh ini Virus Corona telah menewaskan lebih dari 1.500 orang dan menginfeksi hampir 65.000 lainnya secara global.Tiga kematian telah dicatat di luar daratan China – satu di Hong Kong, satu di Filipina dan yang terbaru di Jepang.

Lebih dari dua puluh negara telah mengkonfirmasi kasus dan beberapa negara telah mengevakuasi warganya dari Hubei.Lantas kemudian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan virus tersebut sebagai “ancaman besar” bagi dunia.Timur-Tengah yang dalam beberapa dekade terakhir dilanda hiruk-pikuk dan konflik politik tiba-tiba meredup akibat tersebarnya virus corona di seantero kawasan. Tantangan yang dihadapi tidak mudah karena menyangkut kapasitas dan kapabilitas pemerintah masing-masing negara dalam mengantisipasi dan menangani warga yang terjangkit virus mematikan tersebut.Iran menjadi salah satu negara di Timur-Tengah bahkan di luar China yang saat ini terjangkit virus corona terbesar. Ada 139 warga yang positif dan 19 warga meninggal dunia. Bahkan Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi dikabarkan juga positif terinfeksi virus corona. Ketersebaran virus tersebut begitu cepat, sehingga menimbulkan kepanikan tidak hanya bagi warga Iran, melainkan juga bagi warga di Timur-Tengah secara umum.

Kabar baiknya, Iran saat ini berhasil menyembuhkan sebagian warganya yang positif virus Corona, dan terus mengembangkan penemuan vaksin baru yang dapat menyembuhkan warganya dari ancaman virus corona. Tentu saja, wabah virus corona ini akan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah Iran, karena akan memberikan dampak yang sangat serius di tengah embargo ekonomi yang diberlakukan Amerika Serikat dan sekutunya.Iran akan mengambil segala langkah yang dimungkinkan untuk mengatasi wabah yang lebih besar. Perlu langkah yang cepat dan tepat, sebagaimana diberlakukan oleh China untuk meminimalisir jatuhnya korban. Beberapa negara yang berbatasan langsung dengan Iran langsung menutup kawasan perbatasan. Di antaranya Irak, Turki, Afghanistan, Pakistan, dan Armenia. Hal tersebut diambil dalam rangka mengantisipasi tersebarnya virus corona di kawasan mereka.

Baca Juga : Semi Sahara Afrika Positif Kena Corona

Selain Iran, Bahrain merupakan negara kedua yang paling banyak terjangkit virus corona. Hingga saat ini tercatat ada 26 warga yang positif terinfeksi virus. Sebagian dari mereka ditengarai setelah melakukan perjalanan dari Iran. Dan karenanya, pemerintah memutuskan untuk melarang warganya melakukan kunjungan ke Iran,hingga ada kepastian tentang bebasnya Iran dari wabah virus mematikan tersebut.

Kuwait menjadi negara yang juga menghadapi musibah virus corona. Ada 25 warga yang disebut positif terinfeksi. Di antara mereka dikabarkan terjangkit virus corona setelah melakukan kunjungan ke Mashhad, Iran. Mereka saat ini berada dalam pengawasan dan penanganan yang sangat serius oleh Kementerian Kesehatan sehingga tidak menyebabkan penularan yang lebih luas lagi.Uni Emirat Arab juga menjadi negara yang memberikan perhatian besar terhadap virus corona. Ada 13 warga yang dinyatakan positif terkena, ditengarai setelah empat anggota keluarga China yang didiagnosis positif pada 28 Januari lalu. Jika melihat pada tanggal ini, maka sebenarnya kasus virus corona di Uni Emirat Arab termasuk yang paling awal di Timur-Tengah, bukan Iran.

Irak juga menjadi salah satu negara di kawasan yang sedang berjuang menghadapi ketersebaran virus corona. Hingga saat ini ditemukan setidaknya lima warga yang divonis positif virus corona. Mereka secara umum ditengarai terjangkit setelah melakukan perjalanan dari Iran. Satu orang di antaranya adalah warga Iran yang sedang belajar di kota suci Najaf, Irak.Oman juga menjadi negara yang tidak kebal dari virus corona. Ditemukan ada empat warga yang terinfeksi virus mematikan itu. Mereka umumnya ditengarai setelah melakukan perjalanan dari Iran. Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan melakukan penanganan yang intensif untuk memastikan kesembuhan warganya dan membendung ketersebarannya.Selain itu, tercatat beberapa negara di Timur-Tengah yang juga tidak luput dari musibah virus corona. Di antaranya, Libanon dua warga, Aljazair satu warga, Mesir satu warga, termasuk Israel dua warga.

Atas dasar itu, Arab Saudi yang selama ini sangat menggantungkan ekonominya dari umrah harus mengambil sikap tegas untuk menyetop sementara para jemaah yang hendak melaksanakan ibadah umrah, termasuk dari jemaah dari Indonesia. Tidak hanya itu, negara-negara Teluk yang selama ini secara bebas keluar-masuk Arab Saudi juga dilarang untuk sementara waktu hingga adanya jaminan dari infeksi virus corona.Mereka yang boleh masuk ke Saudi hanya warga Saudi yang dinyatakan tidak terinfeksi virus corona. Arab Saudi belum mengumumkan adanya kasus virus corona, padahal kita tahu lalu-lintas warga dari berbagai penjuru dunia sangat besar jumlah, khususnya dalam pelaksanaan ibadah umrah. Jika melihat adanya kasus virus corona di berbagai negara di Timur-Tengah, mestinya Arab Saudi termasuk salah satu negara yang berpotensi terinfeksi virus corona.

Arab Saudi sangat tegas dan hati-hati dalam menangani virus corona karena dampak dari ketersebaran virus corona akan memberikan dampak yang sangat serius, karena mereka tidak mempunyai kapasitas sistemik dan sumber daya manusia yang baik untuk menangani virus ini, mengingat Arab Saudi selama ini mempunyai ketergantungan yang besar terhadap negara-negara lain dalam berbagai sektor kehidupan. Bahkan, sekarang mulai dipikirkan perihal penyelenggaraan haji jika virus corona masih menjadi masalah serius yang belum terpecahkan.

Maka dari itu, saatnya Timur-Tengah bersatu dalam mengantisipasi dan menangani musibah virus corona. Virus ini bukan “tentara Tuhan”, melainkan masalah kemanusiaan yang harus ditangani bersama. Momentum ini dapat digunakan oleh negara-negara di kawasan yang selalu berkonflik untuk merapatkan barisan dalam mengatasi virus yang mematikan.Sudah bukan saatnya lagi ego politik dikedepankan, termasuk konflik politik di dalam negeri masing-masing. Kondisi geografis dan demografis di kawasan yang dapat menyebabkan munculnya krisis kemanusiaan yang serius akibat tersebarnya virus corona ini kiranya dapat menjadi pelajaran berharga, bahwa Timur-Tengah membutuhkan nalar kemanusiaan, bukan nalar politik yang di dalamnya bersemayam egoisme, fanatisme, sektarianisme, serta kepentingan sempit dan sesaat.

Kita pun di negeri ini mestinya dapat mengambil pelajaran dari tersebarnya virus corona di Timur-Tengah yang begitu cepat ini. Keterbukaan dan nalar krisis harus dikedepankan, sehingga dapat melakukan pencegahan, antisipasi, dan penanganan yang lebih baik. Apapun dampak dari virus corona ini sangat mematikan. Dan mari kita berdoa semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi negeri ini dari segala musibah dan penyakit, khususnya virus corona.

Related posts