Komoro

Komoro

Komoro – Komoro terletak di penghujung utara Selat Mozambik, di antara Madagaskar and Mozambik. Secara resmi negara Komoro terdiri daripada empat pulau di kepulauan gunung berapi Komoro, yaitu: Mayotte, Komoro Besar, Anjouan dan Moheli, dan juga banyak pulau kecil. Ibu kotanya ialah Moroni yang terletak di pulau Komoro Besar. Keseluruhan kepulauan Komoro merupakan jajahan Perancis hingga tahun 1975 ketika referendum untuk kemerdekaan yang diselenggarakan oleh Perancis pada tahun 1974 diumumkan. Hasil dari referendum menunjukkan bahwa tiga dari empat pulau utama Komoro: Komoro Besar, Anjouan, dan Moheli memilih untuk memerdekakan diri dan membentuk Perserikatan Komoro.

Geografis Negara Komoro

Luas wilayah 1.862 km2. Terdiri dari tiga pulau vulkanik yang terletak di antara Madagaskar dan Mozambik. Semuanya itu berpenduduk padat dan miskin akan sumber daya. Berdasarkan referendum, pada tahun 2009 wilayah Mayotte secara resmi bergabung dengan Prancis meskipun masih diklaim oleh Komoro sebagai wilayahnya.

Ekonomi Komoro

Komoro Sebagai negara terbelakang, miskin, dan kelebihan penduduk, Komoro merupakan salah satu negara termiskin di Afrika. Komoditas ekspor utama negara ini adalah parfum dan bahan rempah (vanila dan cengkeh), yang mengikuti harga pasar yang fluktuatif. Meskipun sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian, Komoro masih sangat bergantung pada bantuan pangan dan impor beras. Tingkat emigrasi tinggi karena alasan ekonomi, dan negara ini masih sangat bergantung pada kiriman uang dari orang-orang Komoro yang tinggal di luar negeri.

Politik

Komoro Sebelum dibentuk sebagai negara demokratik multipartai, Komoro menjadi negara satu partai sampai pada tahun 1990. Telah terjadi lebih dari 20 kali kudeta dan usaha kudeta sejak negara ini merdeka. Sebagian pergolakan itu melibatkan tentara bayaran dan campur tangan pasukan militer Prancis. Dua pulau yang lebih kecil, yakni Moheli dan Anjouan, terus-menerus mengobarkan provokasi untuk mendapatkan hak otonomi dan kemerdekaan. Konstitusi yang baru pada tahun 2001 menjamin setiap pulau mempunyai hak otonomi yang lebih besar. Akan tetapi, hal itu tidak mengurangi pemberontakan, upaya-upaya untuk memisahkan diri dari Komoro, dan intervensi lebih lanjut dari Uni Afrika.

Related posts