Kapal Tanker Gas Meledak Di Sudan Sebakan Banjir

Kapal Tanker Gas Meledak Di Sudan Sebakan Banjir

daftarnegaratermiskin.web.id Setidaknya 23 orang tewas dan 45 lainnya cedera dalam sebuah kebakaran setelah sebuah kapal tanker gas meledak di sebuah pabrik keramik di Ibu Kota Sudan, Khartoum. Hal itu dikatakan oleh kepala polisi distrik setempat.”Enam dari yang terluka berada dalam kondisi kritis,” kata Brigadir Jenderal Hassan Abdullah, direktur kepolisian distrik Baharto di Khartoum utara Selasa (3/12/2019).Sementara itu sumber medis mengatakan para korban termasuk karyawan dari berbagai negara termasuk beberapa dari negara-negara Asia.Para saksi mengatakan kebakaran itu terjadi setelah sebuah kapal tanker gas meledak ketika menurunkan muatannya di pabrik. Mereka juga menambahkan bahwa ledakan itu begitu kuat sehingga melontarkan kapal tanker itu ke tempat parkir di dekatnya.Stasiun TV pemerintah mengatakan ledakan itu telah menyebabkan banyak nyawa melayang dan kerugian harta benda,banjir bandang, dan bahwa operasi penyelamatan sedang berlangsung.

Sebanyak 62 orang tewas akibat banjir di sebagian besar wilayah Sudan karena Meledaknya Tanker Gas di Sudan. Bencana itu juga menimbulkan korban luka mencapai 98 orang.Pemerintah Sudan menyebut banjir telah merendam ratusan desa di negara itu. 17 dari 18 negara bagian telah terkena dampak banjir dan mengakibatkan lebih dari 35 rumah hancur.Banjir bandang ini disebabkan hujan deras yang berdampak buruk pada wilayah di sepanjang sungai Nil. Sebagian besar kerusakan terjadi di permukiman miskin.

Baca Juga : Potret Kebakaran Pabrik Ubin Berakhir Bunuh Diri

Badan Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan 200 ribu orang terkena dampak banjir bandang ini. Saat ini para korban membutuhkan bantuan makanan hingga peralatan medis.
“Orang-orang yang terkena bencana membutuhkan tempat penampungan darurat, makanan, layanan kesehatan, air bersih dan sanitasi. Ada juga kebutuhan mendesak untuk pengendalian vektor untuk membatasi penyebaran penyakit yang ditularkan lewat air oleh serangga, dan drainase air yang tergenang,” kata juru bicara OCHA Jens Laerke seperti dilansir Al-Jazeera.Banjir bandang di Sudan tidak hanya menghancurkan rumah-rumah penduduk, tapi juga membuat jalan raya digenangi air seperti sungai.Banjir itu diprediksi baru akan surut dalam beberapa pekan ke depan. Keadaan itu juga dikhawatirkan menyebarkan wabah penyakit pada warga penduduk.

Related posts