Eritrea

Eritrea

Eritrea – Eritrea (Ge’ez ኤርትራ ʾĒrtrā) adalah sebuah negara yang terletak di bagian timur laut Afrika. Eritrea berbatasan dengan Sudan di sebelah barat, Ethiopia di selatan, dan Djibouti di tenggara. Laut Merah di sebelah timur Eritrea memisahkan negara itu dengan kawasan Timur Tengah. Bagian timur dan timur laut negara ini mempunyai garis pinggir laut yang panjang yang menghadap Laut Merah, betul-betul berhadapan dengan Arab Saudi dan Yaman. Kepulauan Dahlak dan banyak pulau di Kepulauan Hanish merupakan sebagian Eritrea.

Namanya berasal dari kata Latin untuk Laut Merah, Mare Erythraeum, yang berasal dari kata Yunani yang berarti “merah” (ερυθρός , erythros).

Eritrea digabungkan menjadi sebuah koloni oleh Kerajaan Italia pada tanggal 1 Januari 1890.[2] Negara bangsa modern Eritrea mencapai kemerdekaan dari Ethiopia pada tanggal 24 Mei 1993 setelah berperang selama 30 tahun dari 1961 hingga 1991. Eritrea secara resmi merupakan sebuah demokrasi parlementer yang terdiri dari enam kawasan, tetapi kini berfungsi sebagai sebuah negara satu partai. Eritrea adalah sebuah negara yang banyak memiliki bahasa dan budaya dengan dua agama utama serta sembilan suku, dengan masing-masing dari mereka bertutur dalam bahasa yang berlainan. Negara ini tidak mempunyai bahasa resmi, tetapi menggunakan tiga bahasa kerja, yaitu bahasa Tigrinya, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Bahasa keempat, yaitu bahasa Italia, kadang-kadang juga digunakan untuk perdagangan.

Terletak di ujung Afrika, Eritrea menempati posisi kedua dalam daftar negara yang masih dalam kelaparan. Kelaparan di Eritrea dapat dihubungkan terutama sejarah panjang konflik. Penduduk Eritrea menyetujui kemerdekaan dari Federasi Ethiopia pada tahun 1993, namun negara itu masuk ke dalam konflik dengan Yaman dan perselisihan lebih lanjut dengan Ethiopia. Sejak kemerdekaan, Isaias Afwerki presiden negara ini, memaksakan aturan otokratik dan represif yang mempromosikan Eritrea sebagai kekuatan militer. Saat negara ini damai tetapi menghadapi bertahun-tahun rekonstruksi ekonomi dan infrastruktur. Negara ini kaya akan sumber daya alam seperti emas, tembaga, dan granit. Ini diharapkan bahwa manajemen yang efektif dari sumber daya ini akan membantu untuk mengurangi tingkat kelaparan di Eritrea di tahun mendatang.

Ekonomi

Eritrea Sejak dahulu mengandalkan pertanian subsisten di tanah yang makin lama makin sulit ditanami karena perang, kekeringan, kerusakan tanah, dan degradasi tanah. Hasil pertanian pangan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh populasi. Kepemilikan pemerintah terhadap hampir semua lahan dan perusahaan mempercepat perginya sebagian besar kaum profesional berpendidikan tinggi dan terampil ke luar negeri. Lebih dari 50% populasi hidup dengan pendapatan kurang dari 1 dolar AS per hari. Pendapatan sekitar 30% dari PDB bersumber dari pengiriman uang orang-orang Eritrea yang berada di luar negeri. Terjadi sedikit kemajuan positif di bidang infrastrukur dan industri pertambangan.

Geografi

Luas wilayah 121.100 km2. Memiliki tanah yang gersang, dataran tinggi beriklim sedang, dan padang gurun yang strategis di sepanjang jalur pelayaran di Pesisir Laut Merah yang padat dengan lalu lintas kapal.

Related posts