Dari Bantuan Pemprov Papua Sampai Bougainville

Dari Bantuan Pemprov Papua Sampai Bougainville

daftarnegaratermiskin.web.id Papua Nugini terbaru ini mendapat bencana alam yang mendampakkan beberapa daerah tidak dapat mendapatkan sumber pangan hingga Bougenvile yang meminta kemerdekaan lepas dari Papua Nugini. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Dari Bantuan Pemprov Papua Sampai Bougainville. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Dari Bantuan Pemprov Papua Sampai Bougainville

Pemerintah Provinsi Papua telah mengirim bantuan 200 ton beras bagi korban bencana alam di negara tetanggga Papua Nugini.Kepala Bappeda Provinsi Papua Yohanis Walilo di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Senin, mengatakan bantuan itu juga dalam rangka promosi beras produksi Papua.”Kita bantu tetapi sekalian sampaikan ini dalam rangka promosi beras kami di Papua agar mereka bisa pesan di Papua,” katanya, Senin (9/12/2019), dilansir Antara.

Pemerintah Papua melakukan promosi beras ke Papua Nugini karena selama ini Papua Nugini mendatangkan beras dari luar Papua.Beras kualitas nomor satu yang diproduksi dari Merauke itu dalam perjalanan pengiriman ke Papua Nugini.”Rencana kalau beras sudah tiba, gubernur dan rombongan akan melakukan penyerahan mungkin dalam minggu-minggu depan, lalu buat kesepakatan,” katanya.Beras produksi masyarakat Merauke itu dikirim melalui jalur laut dari Merauke – Jayapura dan Jayapura – Papua Nugini.Merauke merupakan satu kabupaten di tanah air yang didorong menjadi lumbung pangan, terutama beras karena memiliki daerah yang baik untuk pengembangan sawah.

Kepulauan Bougainville di Pasifik Selatan akan jadi negara termuda dunia, jika parlemen Papua Nugini menerima hasil referendum, yang menjadi bagian kesepakatan perdamaian untuk mengakhiri konflik bertahun-tahun.Warga di Kepulauan Bougainville di Pasifik Selatan dengan mayoritas sangat besar memilih opsi kemerdekaan dari Papua Nugini, menurut hasil referendum yang dirilis hari Rabu, 11 Desember 2019.Jika hasil ini diratifikasi oleh parlemen Papua Nugini, Bougainville akan menjadi negara terbaru dunia seperti dikutip dari DW Indonesia, Kamis (12/12/2019).

Ketua Komisi Referendum Bougainville Bertie Ahern mengumumkan, opsi kemerdekaan dipilih oleh 176.928 pemilih – sekitar 98 persen dari seluruh suara. Hanya 3.043 pemilih yang memilih opsi otonomi luar di bawah kedaulatan Papua Nugini.Pelaksanaan referendum ini sudah disepakati tahun 1998 sebagai bagian dari perjanjian damai yang mengakhiri perang yang berlangsung lebih sepuluh tahun 1988-1998 antara kelompok separatis Bougainville dan pasukan Papua Nugini. Sedikitnya 15.000 orang tewas dalam konflik ini.Meskipun ada kekhawatiran bahwa kemerdekaan Bougainville dapat menjadi preseden bagi gerakan separatis lainnya di Papua Nugini yang beragam suku, referendum akhirnya dilaksanakan mulai 23 November sampai 7 Desember.

Baca Juga : Profilisasi Negara Termiskin Afrika Tengah

Parlemen Papua Nugini memang masih harus menerima hasil itu, namun skala kemenangan yang begitu besar bagi bagi gerakan pro-kemerdekaan akan sulit diabaikan oleh parlemen di Port Moresby.Konflik antara gerakan separatis Bougainville dan pemerintah pusat di Port Moresby sebagian besar disebabkan oleh perselisihan tentang pembagian pendapatan dari tambang tembaga Panguna yang sekarang tertutup.Tambang Panguna pernah menyumbang 40% dari seluruh pendapatan ekspor Papua Nugini. Tambang itu kini diperkirakan masih memiliki miliaran dolar tembaga dan emas.Bougainville berjarak sekitar 1.000 kilometer di barat Port Moresby. Dari tahun 1880-an hingga Perang Dunia I, Bougainville adalah bagian dari daerah penjajahan Jerman. Setelah perang, Australia menduduki pulau itu. Pada tahun 1975 Bougainville diserahkan kepada Papua Nugini. Namun banyak warganya yang ingin membentuk negara merdeka dan melakukan perlawanan bersenjata.

Related posts