COVAX Digratiskan Untuk Negara Miskin

COVAX Digratiskan Untuk Negara Miskin

COVAX Digratiskan Untuk Negara Miskin – Vaksin Covid 19 yang saat ini lebih akrab disebut dengan COVAX menjadi kebutuhan utama bagi seluruh negara di dunia, tentunya pemasaran COVAX ini tidak diberikan dengan cuma-cuma atau tidak gratis.

COVAX Facility telah mengalokasikan setidaknya 330 juta dosis vaksin COVID-19 untuk negara-negara miskin dan akan mendistribusikannya dalam waktu dekat. Lembaga yang bertujuan untuk memastikan setiap negara memperoleh akses yang adil ke vaksin COVID-19 http://162.214.117.184/ itu juga menargetkan untuk menambah jutaan dosis lagi pada paruh pertama tahun 2021.

Dalam pernyataannya pada Rabu (3/2/2021), COVAX Facility mengatakan distribusi akan mencakup rata-rata 3,3 persen dari total populasi 145 negara yang mengambil bagian dalam tahap awal ini.

“Kami akan segera dapat mulai memberikan vaksin penyelamat hidup secara global, hasil yang kita tahu sangat penting jika kita ingin memiliki kesempatan untuk mengalahkan pandemi ini,” kata kepala eksekutif GAVI Seth Berkley kepada wartawan dalam sebuah pengarahan.

1. Jenis vaksin yang dibagikan

COVAX Facility mengatakan vaksin yang dibagikan berasal dari berbagai perusahaan, yaitu termasuk AstraZeneca-Oxford dan juga Pfizer-BioNTech.

Berdasarkan laporan, alokasi tersebut mencakup 240 juta dosis vaksin AstraZeneca-Oxford COVID-19 yang dibuat oleh Serum Institute of India, tambahan 96 juta dosis vaksin yang sama yang dibuat oleh AstraZeneca, dan sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech.

Lembaga itu juga mengatakan, alokasi dan distribusi akan tunduk pada berbagai peringatan, termasuk persetujuan darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk vaksin, dan kesiapan dan penerimaan negara.

2. Negara penerima

Pejabat WHO Ann Lindstrand mengatakan pada briefing bahwa dosis pertama COVAX, yang termasuk vaksin AstraZeneca dan Pfizer-BioNTech, seharusnya sudah selesai dibagikan pada akhir Februari sampai awal Maret.

“Afrika Selatan, Cap Verde, dan Rwanda akan menjadi beberapa negara pertama di Afrika yang mendapatkan suntikan Pfizer,” katanya. Secara keseluruhan, ada 190 negara telah bergabung dengan COVAX.

3. Tentang COVAX

COVAX merupakan sebuah inisiatif yang dipimpin oleh aliansi vaksin GAVI, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI). Tujuan utama dari dibentuknya aliansi ini adalah untuk memastikan akses yang adil ke vaksin COVID-19 untuk negara-negara miskin.

Aliansi ini diluncurkan pada bulan April oleh WHO, Komisi Eropa, dan Prancis sebagai tanggapan atas pandemik COVID-19.

“Menyatukan pemerintah, organisasi kesehatan global, produsen, ilmuwan, sektor swasta, masyarakat sipil, dan filantropi, dengan tujuan menyediakan akses inovatif dan setara ke diagnostik, perawatan, dan vaksin COVID-19,” jelas GAVI di situs resminya.

Related posts