Berenang Dari Timor Leste Ke Ausi Tersesat Di NTT

Berenang Dari Timor Leste Ke Ausi Tersesat Di NTT

daftarnegaratermiskin.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Berenang Dari Timor Leste Ke Ausi Tersesat Di NTT. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Berenang Dari Timor Leste Ke Ausi Tersesat Di NTT

Haminoumna Abdul Rahman, seorang warga negara Aljazair, diselamatkan oleh sejumlah nelayan di Desa Kletek, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pria tersebut terdampar usai nekat mencoba berenang dari Timor Leste menuju Australia.

“Warga Negara Aljazair itu terdampar karena nekat berenang dari Timor Leste hendak menuju Australia,” kata Kapolres Malaka, Albert Neno kepada wartawan, Selasa (14/1/2020) malam.Neno menyebutkan bahwa warga negara Aljazair tersebut diselamatkan oleh nelayan pada Sabtu (11/1/2020) malam, sekitar pukul 20.00 Wita. Saat ditemukan, Haminoumna nyaris tak sadarkan diri.

“Saat ditemukan oleh warga, tubuh warga Aljazair ini dalam kondisi yang lemah,” ujarnya.Setelah diselamatkan, lanjut Neno, Haminoumna kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan Betun. Di sana dia langsung diberi pertolongan pertama dan menjalani perawatan medis.Dari hasil interogasi pihak kepolisian, Neno mengatakan bahwa warga negara Aljazair tersebut datang ke Timor Leste sejak awal Desember 2019 silam. Di Timor Leste, Haminoumna tinggal di Dili.

Visanya kemudian habis, dan Haminoumna kekurangan uang untuk melakukan perpanjangan, sehingga akhirnya nekat berenang ke Suai, salah satu Distrik di Timor Leste. Dari Suai, Haminoumna kemudian hendak berenang ke Australia. Namun, karena ombak besar dan cuaca buruk, ia akhirnya terdampar di Kabupaten Malaka, NTT.

Warga Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur merasa dibohongi oleh Pemda setempat. Bagaimana tidak, tanah yang telah dihibahkan warga untuk pembangunan kantor Polsek dan enam rumah dinas hingga kini tak berpenghuni bak bangunan berhantu.

“Kami merasa dibohongi karena sejak diresmikan sampai sekarang tidak ada personel polisi yang tinggal. Padahal, mengingat untuk pelayanan publik, warga memberi tanahnya dengan cuma-cuma, tetapi sekarang gedung ini seperti gedung hantu, tidak berpenghuni,” ujar tokoh pemuda Watowara, Kecamatan Titehena, Konradus Sang Angin kepada wartawan, Senin (13/1/2020).

Konradus Sang Angin pun meminta Kapolres Flores Timur segera mencopot Kapolsek Titehena lantaran dianggap melalaikan tugas dan tanggung jawab sebagai kapolsek.Selain meminta Kapolsek Titehena dicopot, Konradus juga meminta Bupati Flotim mencopot Camat Titehena yang dinilai gagal melakukan tugas koordinasi penyelenggaraan dan ketertiban umum.”Kami menilai camat Titehena kurang mampu menjalankan fungsi dan tugas koordinasi. Di sini ada miskomunikasi. Kantor Polsek kosong dan jalan masih rusak parah, sebaiknya, bupati copot saja camatnya,” tegasnya.

Baca Juga : Kakek CEO Mall Malah Jadi Sales

Ia juga menuntut Bupati Flores Timur, Anton Hadjon, agar segera menindaklanjuti kesepakatan pada 10 November 2019 lalu saat berdialog bersama kaum muda dan warga Watowara. Dalam dialog itu, kata dia, bupati Flotim berjanji segera memperbaiki kondisi jalan dalam kota kecamatan yang rusak parah.

“Agar janji itu tidak hanya sebatas janji manis dan bisa dikatakan modus politik, maka bupati harus segera merealisasikan kesepakatan itu,” dia menandaskan.Sementara itu, Kapolres Flores Timur, AKBP Denny Abraham mengaku sudah mencopot Kapolsek Titehena.”Kapolsek yang lama jarang di tempat sehingga saya sudah ganti,” ujarnya kepada wartawan, Senin (13/1/2020).

Menurut dia, saat ini kantor Polsek itu sudah mulai ditempati Kapolsek baru dan sudah ada aktivitas anggota polisi.”Bukan mubazir. Gedung baru sudah mulai ditempati oleh Kapolsek yang baru. Untuk sementara, polsek lama juga ada personel yang jaga,” jelasnya.Alasan masih digunakannya Mapolsek lama adalah lantaran sebagian warga masih memilih untuk membuat laporan polisi di kantor polisi sebelumnya.”Karena masyarakat masih melapor di Polsek lama yang berada dipinggir jalan utama, sehingga kita mulai sosialisasi agar warga tahu,” jelasnya.

Related posts