Afganistan

Afganistan

Afganistan – Afghanistan adalah sebuah negara yang mengandalkan pertanian dan peternakan tetapi masih terbelakang, dan dicantumkan sebagai salah satu negara paling tidak berkembang di dunia oleh PBB pada tahun 1971. Sumber daya pertambangan Afghanistan relatif melimpah, namun belum dieksploitasi sepenuhnya. Iindustri ringan dan kerajinan merupakan pilar utama ekonomi Afghanistan. Jumlah penduduk pertanian dan penggembala merupakan 80% jumlah total penduduk Afghanistan.

Sejak berdirinya pemerintah peralihan Afghanistan, telah diambil banyak langkah untuk merangsang pembangunan kembali ekonomi domestik Pemerintah Afghanistan aktif memanfaatkan bantuan internasional, dengan sekuat tenaga melakukan pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan kepentingan negara dan kehidupan rakyat antara lain transportasi, energi dan irigasi. Sementara itu, telah diberlakukan Undang Undang Investasi untuk mendorong pengusaha asing menanam modal di Afghanistan. Setelah mengalami masa lesu selama bertahun-tahun, Afghanistan setapak demi setapak telah memulai proses pembangunan kembali ekonomi pasca perang.

Afghanistan ialah sebuah negara yang relatif miskin, sangat bergantung pada pertanian dan peternakan. Ekonominya melemah akibat kerusuhan politik dan militer terkini, tambahan kemarau keras dengan kesulitan bangsa antara 1998-2001. Sebagian penduduk mengalami krisis pangan, sandang, papan, dan minimnya perawatan kesehatan. Kondisi ini diperburuk oleh operasi militer dan ketidakpastian politik. Inflasi menyisakan banyak masalah. Menyusul perang koalisi yang dipimpin AS yang menimbulkan jatuhnya Taliban pada November 2001 dan pembentukan Otoritas Interim Afganistan (AIA) yang diakibatkan dari Persetujuan Bonn Desember 2001, usaha Internasional untuk membangun kembali Afganistan ditujukan di Konferensi Donor Tokyo untuk Rekonstruksi Afganistan pada Januari 2002, di mana $4,5 juta dikumpulkan untuk dana perwalian yang akan diatur oleh Bank Dunia. Wilayah prioritas untuk rekonstruksi termasuk konstruksi pendidikan, kesehatan, dan fasilitas kesehatan, peningkatan kapasitas administratif, perkembangan sektor pertanian, dan pembangunan kembali jalan, energi, dan jaringan telekomunikasi.Nama mata uangnya adalah Afghani

Ekonomi Afganistan telah membaik semenjak tahun 2002 akibat masuknya miliaran dolar dalam bentuk bantuan internasional dan investas serta kiriman uang dari orang Afganistan di luar negeri. Ekonomi juga membaik karena bertambahnya produksi agrikultur setelah berakhirnya kekeringan selama empat tahun.

Pemerintah Afganistan mengklaim bahwa negaranya memiliki kandungan mineral yang belum dieksploitasi sebesar $3 triliun, yang dapat menjadikan Afganistan salah satu wilayah penambangan terkaya di dunia. Namun, Afganistan merupakan salah satu negara termiskin di dunia akibat konflik, dan negara ini bertengger di peringkat 175 dalam Indeks Pembangunan Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa. Produk Domestik Bruto Afganistan tercatat sebesar $34 miliarsementara pendapatan per kapitanya tercatat sebesar $1.150.

Sekitar 35% penduduk Afganistan menganggur dan 36% hidup di bawah garis kemiskinan.Pemerintah Afganistan dan donor internasional terus mencoba untuk meningkatkan penyediaan kebutuhan-kebutuhan dasar dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan perumahan, pendidikan, penyediaan lapangan kerja dan layanan medis, serta reformasi ekonomi.